TIKET

Mengenai Saya

Foto saya
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
menyajikan keindahan moment anda

Top List Reader

Selasa, Mei 03, 2011

Bingung Pilih Lensa DSLR ???

Memilih lensa kamera merupakan suatu perkara yang rumit dan sering membingungkan. Dalam artikel ini saya mencoba menjelaskan seringkas dan sepadat mungkin. Semoga membantu.

1. Lensa Zoom atau Prime

Pertama-tama, yang kita perlu putuskan adalah apakah kita memerlukan lensa zoom atau lensa prime / fixed. Lensa zoom tentunya lensa yang lebih fleksibel, tapi lensa prime memiliki keunggulan di kualitas optik dan biasanya lebih ringan dan pendek.

2. Rentang Fokal lensa

Kemudian, kita harus menentukan rentang fokal lensanya. Ada beberapa jenis pilihan, antara lain:
Ultra lebar atau lensa mata ikan (fisheye) : Lensa jenis ini memiliki rentang lensa sekitar 8mm sampai 16mm. Lensa jenis ini bisa menangkap area yang sangat lebar.
Standard : Lensa yang memiliki rentang fokal sekitar 18-55mm. Jenis lensa ini biasanya di bundel ketika Anda memilih kamera digital SLR. Lensa ini termasuk lensa serba guna karena sering digunakan untuk berbagai keperluan.
Telephoto: Lensa yang memiliki rentang fokal sekitar 55-300mm. Jenis lensa ini untuk mengambil foto dari jarak jauh seperti burung, binatang liar, potret dan kegiatan olahraga.
Lensa sapu jagat / superzoom : Lensa ini memiliki rentang fokal lensa yang sangat besar, yaitu dari 18-200mm atau ada pula yang mencapai 270mm. Lensa jenis ini seperti gabungan dari lensa standard dan telephoto sehingga sangat fleksibel. Cocok untuk pengguna yang tidak ingin membawa lensa lebih dari satu. Kekurangan lensa ini adalah harga yang lebih tinggi.

3. Bukaan lensa

Semakin besar bukaan, semakin banyak cahaya yang bisa diserap masuk ke kamera. Oleh sebab itu, lensa dengan bukaan besar baik bila Anda sering mengambil foto di dalam ruangan atau di situasi yang gelap. Lebih dari itu, lensa berbukaan besar, memudahkan Anda mengontrol kedalaman fokus sehingga mempermudah membuat latar belakang menjadi kabur. Namun sayangnya, lensa yang memiliki bukaan besar, biasanya lebih mahal. Biasanya, lensa prime memiliki bukaan yang lebih besar dari kebanyakan lensa zoom. Jadi bila bukaan besar menjadi prioritas, lebih baik bila melihat-lihat lensa prime.

4. Fungsi-fungsi lensa

Ada beberapa fungsi yang perlu diperhatikan diantaranya:
IS/VR (Image Stabilization/Vibration Reduction) : lensa yang memiliki fungsi ini bisa membantu mengurangi getaran kamera saat mengambil gambar dengan shutter speed rendah sehingga mengurangi blur pada foto. Fungsi ini sangat berguna untuk mengambil gambar benda yang tidak bergerak, namun tidak berguna untuk foto subjek yang bergerak seperti foto olahraga.
Makro : Fungsi makro lensa memungkinkan fokus dengan jarak dekat, sehingga objek yang kecil menjadi besar. Bila Anda menyukai foto serangga, bunga, atau benda-benda kecil lainnya, sebaiknya mencari lensa ini. Lensa makro yang baik biasanya termasuk kategori lensa prime.
Ada juga lensa yang tahan cuaca dan air. Lensa semacam ini cocok untuk dibawa dalam kegiatan outing atau hiking.
AF-S/SDM/USM/HSM : Bila Anda menemukan kode-kode seperti ini pada lensa Anda, berarti lensa Anda memiliki motor auto fokus yang hampir/tidak bersuara ketika mengambil fokus. Sebagian besar lensa yang memiliki fungsi ini juga lebih cepat daripada lensa biasa.

5. Memilih lensa merek lain?

Ada beberapa produsen lensa yang terkenal seperti Tamron, Sigma, Tokina, dan beberapa yang lain. Biasanya, lensa buatan pihak ketiga ini lebih murah. Tapi apakah lensa buatan pihak ketiga ini bisa diandalkan? Ini tergantung pada kelas lensanya. Masing-masing produsen lensa biasanya menyediakan dua jenis lensa: kelas biasa, dan kelas atas yang berkualitas tinggi.
Lensa yang ditawarkan pihak ketiga ini sangat bervariasi, sehingga sulit digeneralisir. Tapi menurut pengalaman saya, inilah ciri-ciri utamanya:
Tamron: Auto fokusnya pelan, kurang akurat dan sedikit berisik. Terkenal karena murah, dan menawarkan enam jenis lensa sapu jagat.
Sigma: Auto fokus lebih baik kinerjanya daripada Tamron, memiliki deretan lensa yang cukup komplit dari yang kualitas rendah dan murah sampai tinggi. Sigma juga terkenal akan lensa telephoto zoomnya.
Tokina: Koleksi lensa Tokina tidak sebanyak Sigma dan Tamron. Spesialisasi Tokina yaitu pada lensa ultra lebar. Kualitas kontruksi dan optik Tokina boleh dibilang sangat baik.


Masih bingung ???

Ingin tau Lebih ?









butuh uang tambahan nich ada tips juga $$$ <<<< klik>>>>
atau follow link ini   

Kenal Istilah Kamera

Focal Length: Menentukan sudut pengambilan gambar (Jarak antara sudut paling lebar dan sudut paling jauh sebuah lensa. contoh: 18-55mm (paling lebar 18mm dan paling jauh 55mm) Di kamera film 35mm klasik, 50mm adalah lensa standar karena sudut pandang kamera sama seperti apa yang di tangkap mata manusia.


Ilustrasi focal length kamera standar 35mm

Tapi di pasar, kamera kebanyakan kamera yang ada memiliki crop factor. Kamera Canon memiliki crop factor 1.6 dan Kamera Nikon memiliki crop factor 1.5,Olympus 2. Sehingga 18-55mm menjadi 29-88mm di kamera Canon, dan 27-83mm di kamera Nikon, dan 36-110m di kamera Olympus.

Maka, di kamera Canon misalnya, untuk mencari focal length standar mata kita kita bagi 50mm dengan crop factornya dan kita mendapatkan 31mm.


Jadi di kamera digital cropped factor, Canon X0D series, Rebel series, dan Nikon DX0 series, Semua kamera Olympus, focal length dibawah 31mm akan lebih lebar dari pandangan mata kita (zoom out),dan focal length 55mm akan lebih sempit dari pandangan mata kita (zoom in).


ilustrasi crop factor tiap kamera di pasar


Keuntungan lensa lebar adalah bisa mengambil gambar dengan sudut pandang lebar, sehingga berguna sekali dalam ruang pengambilan gambar yang sempit, misalnya mengambil foto banyak orang dalam satu ruangan kecil, mengambil gedung yang sangat tinggi. Karakteristik lain lensa yang berfokal length lebar adalah mampu mengambil gambar yang dramatis karena adanya distorsi.

Sedangkan keuntungan lensa tele atau yang lebih dari fokal lenght standar adalah kita bisa mengambil gambar dari jarak jauh. Karakteristik lensa tele adalah foto menjadi terkompres antara background dan objek, dan membuat depth of field / blur pada background/foreground menjadi lebih dalam/blur.


Aperture (Bukaan)
Aperture/bukaan adalah mekanisme yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke lensa. Semakin besar aperture minimum lensa, semakin baik lensa tersebut karena lensa tersebut menjadi lebih fleksibel terutama di kondisi dimana pencahayaan sangat kurang.

Dalam kode lensa, bukaan besar ditandai dengan nilai f yang kecil

contohnya f/1.8 memiliki bukaan lebih besar dari f/4.0

contoh:
Canon EF 20-35mm f/3.5-4.5 USM Lens
Berarti bukaan minimum lensa diatas adalah f/3.5 pada fokal length 20mm, dan f/4.5 di focal length 35mm (bukaan minimum akan meningkat ketika kita zoom in).

Sedangkan Canon EF 16-35mm f/2.8 L II USM Lens
Berarti bukaan lensa ini f2.8 constant di setiap fokal length baik 16 sampai 35mm.
Lensa memiliki bukaan constant biasanya lebih mahal tapi lebih baik kualitas gambarnya.
 
Lensa Utama (Lensa Prime)

Adalah lensa yang memiliki focal length yang tetap (tidak ada zoom)
misalnya
Canon EF 50mm f/1.4 USM Lens
 
Selain focal length tetap, Lensa prime biasanya lebih tajam dibanding kebanyakan lensa zoom, dan memiliki maksimal bukaan yang besar sehingga baik digunakan untuk kondisi pencahayaan yang kurang. Karakteristik lain dari lensa prime yaitu ukurannya kecil pendek dibanding lensa zoom yang berfocal length sama. 
Sumber 








butuh uang tambahan nich ada tips juga $$$ <<<< klik>>>>
atau follow link ini